KRITERIA TES KETERAMPILAN OLAHRAGA

Kriteria tes yang baik pada umumnya harus memenuhi :

  • Tingkat validitas
  • Reabilitas dan
  • Obyektifitas

Bila dalam keterampilan olahraga yakni harus dapat mengukur kemampuan – kemampuan yang penting.

Kriteria tes

Teknik pengumpulan data yang dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa antara lain teknis tes dan teknik notes. Teknik tes dapat berupa berbagai macam instrument tes keterampilan olahraga dan instrument tes pengetahuan. Kriteria tes dan instrument yang baik pada umumnya harus memiliki tingkat kesahihan (validitas), keterandalan (reabilitas), dan obyektifitas. Kriteria yang lain adalah ekonomis, praktis, dan adanya norma penilaian.

Pemilihan tes dan instruman yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa harus disesuaikan dengan tujuan penilaian dan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar pendidikan jasmani diperlukan kemampuan enaga pengajar, antara lain kemampuan menyusun tes hasil belajar mahasiswa, kemampuan tersebut meliputi kemampuan menyusun tes tertulis dan tes keterampilan olahraga.

  • Penyusun tes harus memiliki kemampuan dalam penguasaan materi dalam pengajaran.
  • Penyusun tes harus menguasai teknik – teknik penyusunan tes baik tes tertulis maupun tes keterampilan dengan tujuan agar tes yang disusun mampu mengungkap informasi yang mendekati kenyataan.
  • Penyusun tes harus memiliki kemampuan merumuskan kalimat pertanyaan dalam item tes dengan baik dan benar.

Dalam melaksakan kegiatan penilaian diawali dengan kegiatan pengukuran menggunakan alat ukur atau tes. Secara umum, kriteria alat ukur atau tes yang baik antara lain harus mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas yang meyakinkan. Validitas diartikan sebagai tingkat ketepatan mengukur sesuatu yang seharusnya di ukur, reabilitas diartikan tingkat keterandalan alat ukur atau tes.

Validitas tes

Validitas atau kesahihan alat ukur berhubungan dengan ketepatan mengukur sesuatu yang seharusnya di ukur. Validitas menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu alat ukur atau instrumen.

Validitas isi

Penggunaan tes atau alat ukur dalam proses belajar mengajar biasanya untuk menaksir pencapaian hasil belajar siswa tentang kemampuan atau keterampilan siswa. Pada dasarnya validitas isi diperoleh berdasarkan pentimbangan subyektif, sehingga teliti dan kritis terhadap butir – bitur tes yang secara logis dapat mewakili keseluruhan isi tes yang dikehendaki dan diperkirakan sesuai dengan tujuan pengukuran.

Validitas konstruk

Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep. Untuk mengukur suatu konsep, maka harus dilakukan identifikasi lebih dahulu kerangka yang membentuk konsep tersebut.

Validitas kriteria

Validitas kriteria diperoleh dengan cara menghubungkan antara alat ukur atau tes dengan suatu kriteria luar. Suatu kriteria yang akan digunakan harus memenuhi syarat dan memiliki ciri-ciri yang dapat di yakini mengukur sesuatu yang seharusnya dapat diukur, harus mempunyai relevansi dan mencerminkan dengan tepat sesuatu yang akan diukur, suatu kriteria harus dapat diandalkan dan dapat dipercaya.

 

Reliabilitas

Tes dikatakan reliabel jika pengukuran menggunakan tes tersebut diperoleh hasil yang tetap. Reliabilitas adlah tingkat ketetapan suatu alat tes mengukur apa saja yang seharusnya diukur, reliabilitas mempunyai pengertian bahwa suatu tes dapat diandalkan untuk mengumpulkan data. Panjang tes mempunyai pengaruh terhadap relibilitas, panjang tes adalah jumlah pengetahuan, kemampuan atau keterampilan yang harus diukur.

Beberapa teknik untuk menaksir relibilitas tes:

  • Teknik ulangan
  • Teknik setara
  • Teknik belah dua

Jika reliabilitas tes diperoleh dengan teknik ulangan maka hanya digunakan satu perangkat tes. Untuk menaksir reliabilitas tes adalah dengan teknik belah dua yang diperoleh dari dalam tes itu sendiri. Untuk memperoleh reliabilitas tes olahraga dengan cara belah dua hanya digunakan jika jumlah percobaan tes terdiri dari beberapa kali yang memungkinkan untuk dibelah (dikelompokkan) menjadi dua kelompok.

Kriteria tes keterampilan olahraga:

  • Tes keterampilan olahraga harus dapat mengukur kemampuan – kemampuan yang penting
  • Harus menyerupai permainan yang sesungguhnya
  • Harus mendorong testi melakukan gerakan dengan gaya yang baik
  • Harus dilakukan hanya oleh satu orang. Meskipun kriteria lain harus dipertimbangkan bahwa situasi tes harus menyerupai permainan yang sesungguhnya
  • Tes harus menarik
  • Harus cukup sukar
  • Tes kemampuan olahraga harus dapat membedakan tingkat kemampuan
  • Harus dilengkapi cara menscore yang teliti
  • Tes keterampilan olahraga harus memiliki cukup jumlah pencobaan (trail)
  • Tes keterampilan olahraga harus dipertimbangkan dengan bukti – bukti statistik.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s